Jumat, 20 September 2013

Pegangan Kaki? ich No Way.....

       



        Sore itu adalah moment paling membahagiakan untukku dan teman-teman di kampus. Pembagian nilai kedua  kami di warnai keceriaan semua mahasiswa. Bagaiman tidak, banyak sekali yang mendapatkan nilai IP di atas rata-rata. Jumlah teman yang droup out pun berkurang dari cawu kemarin. Pokoknya semua bahagia...! Khususnya aku, lelaki yang selama ini menjadi tambatan hati, teman sendiri, ya teman satu kelasku itu, si kesayanganku.... :) :) telah merobek -robek hatiku lalu menjahitnya kembali menjadi sulaman yang indah. :*
      Singkat cerita kami pergi ke salah satu wahana di kota Depok, tepatnya setelah magrib, kami pergi menggunakan kerta api. Aku tidak pergi berdua saja tapi bersepuluh. Demi merayakan keberhasilan kami akhirnya kami pergi jalan-jalan, sekedar jalan, melewati malam yang indah. Kami memesan sepuluh tiket kereta api tujuan Jakarta kota, kebetulan ssekali di dalam kereta sedang mati lampunya, menambah suasana romantis di antara aku dengannya.
      Delapan temanku duduk di seberang sedangkan aku dan dia duduk di seberang yang lain. Kami masih temenan loh, belum jadian ceritanya disinilah insiden penembakan itu terjadi... :) setelah satu jam aku dan dia berada di kegelapan, tiba-tiba terdengar suara dari samping kiriku. " geser dikit". Perlahan terdengar suaranya memecah keheningan. "nie. V sayang sama nie. Mulai sekarang jangan pernah marah-marah lagi yah.....". Aku hanya mengagguk dan tersenyum malu. Tanpa. Kala situasi sedang memundcak di hatiku berbeda dengan semua teman-temanku yang sibuk bercanda ria, mereka hanya membiarkan kami, karena memang merekalah yang selama ini jadi mak comblang kami. Sejam tak terdengar suara pacarku. Kemanakah pujaan hati..? Aku bertanya dalam hati, kok suaranya menghilang. Tak lama kemudian lampu kereta tiba-tiba menyala. Silau menyorot kami dan..... Aku histeris........
        Aku kaget, shock dan speechless. Pacarku itu sedang memegangi tangan nenenk-nenek yang duduk di samping kami. Waduuuh, ternyata satu jam tadi pacarku menembak nenenk itu, aku tak sadar yang minta geser itu bukan pacarku tapi seorang nenek-nenek? what? pantas saja dia kerasan sampai menghilang pula suaranya. Sontak temanku tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kami. Sepanjang perjalanan kami berdua jadi bahan, ya bahan yang enak untuk jadi topik lelucon. Setelah sampai tempat tujuan pacarku kembali menenbakku di bawah sinar rembulan, kami berpegangan tangan. Teman-temanku tertawa iri sambil mencibir, "awas jangan sampai salah pegangan kaki yah.....!!!!" "hhhahahhhah"
liburan usai, sapaan pertama yang di lontarkan teman-temanku sungguh membuat kami takkan pernah melupakan kenangan indah ini..."ecieeee, yang udah pegangan kaki, mesranya.. kikikiki..."
Temanku tertawa geli. Muka kami merah padam, tapi itulah masa remaja, terlalu indah untuk di lupakan.



Ingin mengulanginya sekali lagi tapi tak bisa, terima kasih Tuhan, tanpaMu kenangan indah bin gokil ini takkan pernah terwujud. :)

ini kisah penembakan gokolku.... kalau kamu mana????
share yukkkk!!!!
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Gokil Love dari kak Vindy *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar